Pembatasan Pernikahan Ditinjau Dari Psikologi

Authors

  • Muhammad Zainuddin Sunarto Prodi Hukum Keluarga, Fakultas Agama Islam, Universitas Nurul Jadid, Probolinggo
  • Fathor Rozy Prodi Hukum Keluarga, Fakultas Agama Islam, Universitas Nurul Jadid, Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.29303/jseh.v8i4.167

Keywords:

Early marriage,, mental, psychology

Abstract

This study aims to reduce the occurrence of marriage at an early age. This research uses a normative approach method by examining the results of previous researchers. Adolescence is an age that bridges between the ages of children and adults. In adolescence, there are many changes that are not easy for a child to deal with, of course, they need help and protection from parents and adults. The development in the era of technology, it is very easy for teenagers to fall into free struggle and not a few teenagers who choose to get married at an early age. In a relationship, marriage becomes a very natural thing to do without thinking about what will be faced afterwards. Many problems occur in a couple after marriage, especially at an early age, because there is no prior readiness. In mental readiness that is often underestimated can have a bad impact on family members. Divorce is often preceded by various conflicts caused by a lack of psychological readiness in the face of marriage. Therefore, researchers conducted research related to mental weakness in adolescence and what things need to be prepared before marriage so as not to bring harm to the family.

References

Aini, H., & Afdal, A. (2020). Analisis Kesiapan Psikologis Pasangan dalam Menghadapi Pernikahan. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(2), 136–146. https://doi.org/10.24036/4.24372

Amri, A., & Khalidi, M. (2021). Efektivitas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Terhadap Pernikahan Di Bawah Umur. Jurnal Justisia : Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial, 6(1), 85. https://doi.org/10.22373/justisia.v6i1.10613

Fadlyana, E., & Larasaty, S. (2016). Pernikahan Usia Dini dan Permasalahannya. Sari Pediatri, 11(2), 136. https://doi.org/10.14238/sp11.2.2009.136-41

Iskandar, H., & Farida, A. N. (2021). Pernikahan Dini Dalam Perspektif Psikologi Keluarga. JDARISCOMB:Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(01), 79. https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v1i01.803

Khusni, M. F. (2018). Fase Perkembangan Anak Dan Pola Pembinaannya Dalam Perspektif Islam. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 2(2). https://doi.org/10.21274/martabat.2018.2.2.361-382

Mangande, J., & Lahade, J. (2021). Kualitas pernikahan dan status kesehatan mental pada perempuan yang menikah usia dini 1. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 9(2), 293–310.

Maulana, U. I. N., & Ibrahim, M. (2022). DAMPAK PSIKOLOGIS PERKAWINAN ANAK USIA DINI ( Studi Kasus di Keluarga Desa Mulyo Baru Surabaya ) Achmad Nasrulloh PENDAHULUAN Seorang manusia tidak akan pernah lepas dengan sebuah hal yang sakral yakni sebuah pernikahan , sehingga menjadi sebuah keharusan. JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN, 18(01), 49–62.

Nasrullah, A. (2022). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Dampak Psikologis Perkawinan Anak. Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 9(1), 175–190. https://doi.org/10.32505/qadha.v9i1.3870

Nurfauziah, D. (2020). Pemenuhan hak dan kewajiban pasangan pernikahan dini ditinjau dari hukum perkawinan serta dampaknya dalam aspek psikologis, sosial, dan kesehatan (Studi di Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga). IAIN Salatiga, 1–108. http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/9264/

Prastini, E. (2022). Pernikahan Usia Dini dalam Tinjauan Hukum dan Psikologi Anak. Aufklarung : Jurnal Pendidikan , Sosial Dan Humaniora, 2(2), 43–51.

Rahayu, N. (2016). Politik Hukum Itsbat Nikah. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 1. http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/MUSAWA/article/view/855

Rizkal, R. (2019). Poligami Tanpa Izin Isteri Dalam Perspektif Hukum: Bentuk Kekerasan Psikis Terhadap Isteri. Jurnal Yustika: Media Hukum Dan Keadilan, 22(01), 26–36. https://doi.org/10.24123/yustika.v22i01.2017

Rumekti, M. M., & Pinasti, V. I. S. (2016). Peran Pemerintah Daerah (Desa) Dalam Menangani Maraknya Fenomena Pernikahan Dini Di Desa Plosokerep Kabupaten Indramayu. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 1–16. http://www.verdadabierta.com/component/content/article/202-conflicto-hoy/2330-cordoba-despues-de-los-paras

Sri Rahmawati. (2557). Batas Usia Minimal Pernikahan (Studi Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif. Hukum Islam, 4(1), 88–100.

Sundani, F. L. (2018). Layanan Bimbingan Pra Nikah dalam Membentuk Kesiapan Mental Calon Pengantin. Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling Dan Psikoterapi Islam, 6(2), 165–184.

SYALIS, E. R., & Nurwati, N. N. (2020). Analisis Dampak Pernikahan Dini Terhadap Psikologis Remaja. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(1), 29. https://doi.org/10.24198/focus.v3i1.28192

Tendy. (2016). Islam Dan Agama Lokal Dalam Arus Perubahan Sosial. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 16(1), 46–68.

Downloads

Published

2022-12-31

How to Cite

Sunarto, M. Z. ., & Rozy, F. (2022). Pembatasan Pernikahan Ditinjau Dari Psikologi. JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA, 8(4), 616–624. https://doi.org/10.29303/jseh.v8i4.167